Rubrik Konsultasi Anak

Bookmark and Share

sebelumnya saya mau ngucapin trima kasih atas cepatnya respon yg diberikan oleh tim klik dokter. Saya mau bertanya, saya punya keponakanperempuan berusia 6 bulan yang saat ini terkena cacar.bolehkah bagian yg terkena cacar dioles betadin? saya juga khawatir anak saya tertular virus cacar tersebut, apakah putri saya yg berusia 2 tahun boleh di vaksin cacar? sejauh man keefektifan vaksin tersebut? karena dulu saya pernah meminta pada dokter untuk memberikan vaksin kepada putri saya saat dia berusia 18 bulan tapi kata dokter tersebut lebih baik imun yg ada dalam tubuh si anak yang melindungi secara alami. mohon informasinya...( perempuan, 27 thn,158 cm,50 Kg)

Ibu/Saudari yang Terhormat

Terima kasih atas kesetiannya dalam menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Luka pada kulit yang terkena cacar tidak perlu diberikan betadin, karena pemberian betadin tidak terbukti bermanfaat untuk mencepat penyembuhan luka cacar. Luka cacar hanya perlu dijaga kebersihannya untuk menghindari infeksi sekunder di tempat luka. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi sekunder antara lain:

Selain dengan menjaga kebersihan, pengobatan lain yang perlu diberikan untuk penderita cacar adalah pengobatan simptomatik lain sesuai dengan keluhan yang dirasakan oleh anak. Jika anak demam, dapat diberikan obat penurun panas, jika anak terganggu tidur dan aktivitasnya karena merasa gatal dapat diberikan bedak anti gatal ataupun obat minum (golongan antihistamin) untuk mengatasi gatalnya.

Untuk mencegah cacar air memang benar dapat diberikan suatu vaksin cacar (vaksin varicela). Biasanya vaksin ini diberikan kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi (misal, anak dengan gangguan sistem kekebalan). Vaksin cacar dosis pertama dapat diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan dan dosis kedua dapat diberikan saat anak berusia 4 sampai 6 tahun. Anak yang sudah pernah terinfeksi cacar air tidak perlu diberikan vaksin ini. Vaksin ini dapat mencegah cacar air 70% sampai 90% tergantung respon imun yang dihasilkan oleh anak saat diberikan vaksin ini. Proteksi jangka panjang dari penggunan vaksin ini masih belum dapat diketahui. Sekitar 1% hingga 2% anak yang telah mendapatkan imunisasi ini tetap menderita cacar air, tetapi biasanya gejala yang timbul akan lebih ringan. Vaksin ini sebaiknya tidak diberikan pada anak yang alergi terhadap gelatin dan neomisin. Disamping itu, anak yang memiliki gangguan imun juga sebaiknya perlu mendapatkan pemeriksaan khusus dari dokter sebelum mendapatkan vaksin ini.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai cacar air, anda dapat membaca artikel Kami yang berjudul Cacar Air Pada Anak. Semoga bermanfaat (DP)

Salam,

(Redaksi Klikdokter)