Dok, bagaimana cara membedakan anak yang terkena DB pada tahap awal. Selama ini tentu orang tua akan secepatnya membawa anaknya ke dokter jika ada demam tinggi. Namun tentu oleh dokter akan diberi cuma obat untuk menurunkan panas dan dalam tahap ini dokter selalu bilang bahwa DB masih belum bisa di-deteksi kalau belum 3 hari. Yang menjadi kekhawatiran saya sebagai orangtua, tentu saja dengan diberi obat penurun panas secara rutin tentu suhu badan anak akan normal2 saja. dan tentunya tidak akan terdeteksi kalau mungkin ada DB di dalam tubuhnya. Mohon pencerahannya Dok. Terima kasih sebelumnya.( laki-laki, 1 thn,72 cm,11 Kg)
Bapak/Saudara yang Terhormat,
Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.
Memang mengobati demam dengue (DD) atau demam berdarah dengue (DBD) itu susah-susah gampang. Jika sudah jelas terdiagnosa DD atau DBD, maka pengobatannya sudah memiliki prosedur yang jelas. Namun tidak jarang DD atau DBD telat terdiagnosa dan ditangani karena gambaran keluhan yang tidak khas.
Memang pada demam 3 hari pertama, sulit untuk memastikan seseorang terkena DD atau DBD. Karena saat itu virus masih dalam tahap inkubasi sehingga belum memberikan keluhan yang jelas selain demam. Namun saat ini, terdapat cara baru dalam mendeteksi adanya virus dengue pada fase demam awal (dimana biasanya seseorang belum dapat dipastikan menderita DD atau DBD). Pemeriksaan ini disebut-sebut WHO sebagai uji dini terbaik untuk pelayanan primer, yaitu antigen non structural (NS 1). Memang, belum semua rumah sakit di Indonesia memiliki fasilitas pemeriksaan NS 1, karena hingga kini masih terus dikembangkan.
Menurut sebuah kepustaan, pemeriksaan antigen NS 1 sudah dapat terdeteksi sejak hari pertama demam sehingga DD dan DBD dapat terdeteksi lebih dini. Pemeriksaan antigen NS1 dengan metode ELISA juga dikatakan memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi (88,7% dan 100%).Sedangkan jika sudah memasuki hari ke 3-5, dapat dilakukan pemeriksaan serologi antibodi Ig G dan Ig M karena sudah mulai terbentuk.
Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)
Salam,
Redaksi Klikdokter